Home / Berita Umum / Ada Penggelembungan Suara Pada Partai Nasdem, 7 Parpol di Blora Desak Coblosan Ulang Pileg

Ada Penggelembungan Suara Pada Partai Nasdem, 7 Parpol di Blora Desak Coblosan Ulang Pileg

Ada Penggelembungan Suara Pada Partai Nasdem, 7 Parpol di Blora Desak Coblosan Ulang Pileg – Sejumlah 7 partai politik di Kabupaten Blora, Jateng, menekan KPU mengadakan pengambilan lagi nada privat penentuan legislatif. Mereka menuding ada perbuatan kecurangan berbentuk penggelembungan nada satu diantara partai politik.

Ke tujuh partai politik itu merupakan Hanura, Demokrat, Golkar, PPP, Gerindra, Perindo serta PKS. Menurut mereka, berlangsung penggelembungan nada satu diantara partai politik pada proses hitungan nada pada Pemilu, 17 April saat kemarin.

Ketua DPC Partai Hanura Blora, Edi Harsono, menyebutkan ada hasil perihal hasil C1 di sejumlah TPS di Kabupaten Blora. Menurut dia, ada penggelembungan nada pada Partai Nasdem.

” Di TPS 05 Desa Pelem, Kecamatan Blora. Di laporan dari saksi kami, ini contoh, di sini ada pencatatan yang berlangsung pencoretan. Senantiasa kita jeli penjumlahannya. Penjumlahan ini harusnya cuma 20, namun di sini ditulis 40. Dengan dimaksud dengan huruf 40. Berada di Partai Nasdem, ” kata Edi pada wartawan, Jumat (19/4/2019) .

Tidak hanya di TPS 05 Desa Pelem, Edi pun memberi contoh perkara yang berlangsung di TPS 01 Desa Gembol Kecamatan Bogorejo. Apabila dalam penjumlahan nada akhirnya 33 nada, akan tetapi ditulis dengan angka 83.

” Kami ada tulisan dalam penjumlahan yang beda. Yang harusnya kalaupun ditotal dengan angka ini ketemunya 33, namun kami temukan ada 83 dengan huruf ditulis 83. Berada di Partai Nasdem pun, (lembar) Propinsi, ” katanya.

Edi menuturkan, banyak ketua partai politik sudah setuju apabila selanjutnya sudah terkumpul bukti yang kuat bakal meneruskan dengan usaha hukum.

” Kalaupun memang ini kita tunjukkan di saksi kita yang berada di PPK, misal kelak hologram menjelaskan sesuai ini serta ada beda dengan plano, kita bakal kerjakan usaha hukum ke Bawaslu. Kita telah temukan di sejumlah TPS, ini dua TPS cuma sampel, ” ujarnya.

Ketua DPC Demokrat Kabupaten Blora, Bambang Susilo, mengharapkan pihak penyelenggara Pemilu yaitu Komisi Penentuan Umum (KPU) bisa lekas menindaklanjutinya, termasuk juga Bawaslu Kabupaten Blroa bertindak sebagai pengawas.

” Cukuplah disayangkan ada teman kami yang temukan bukti C1, tidak sesuai yang berada di warga, yakni berlangsung ada pendapat penggelembungan nada. Oleh karena itu kami amat mengharapkan KPU, Bawaslu, dapat menindak lanjuti peristiwa ini, ” tegasnya.

About admin