Home / Kriminal / Dua Bocah Asal NTT Yang Diduga Korban Perdagangan Anak Bertemu Orang Tuanya

Dua Bocah Asal NTT Yang Diduga Korban Perdagangan Anak Bertemu Orang Tuanya

Dua Bocah Asal NTT Yang Diduga Korban Perdagangan Anak Bertemu Orang Tuanya – Dua bocah asal Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) , Fikri (12) serta Ifan (10) , yg disangka jadi korban perdagangan anak, ini hari bersua orangtuanya. Perkara itu saat ini dalam pengumpulan bukti-bukti Ditreskrimum Polda Kalimantan Timur.

Saifuddin, menjemput ke dua anaknya itu, di dalam rumah penitipan Dinas Sosial, di Jalan DI Panjaitan, hunian kedua-duanya saat 3 ini hari. Tidak ada info ia terhadap wartawan yg menemuinya, waktu ada di Dinas Sosial Samarinda Jalan Dahlia, Senin (25/3) .

Info didapat merdeka. com, ke dua bocah itu, kabur dari Panti Arahan, karena punyai masalah di panti. Tetapi terakhir, di dalam jalan, kedua-duanya disangka dibawa pria gak diketahui, ditaruh di kapal-kapal yg bertopang di dermaga di lokasi Samarinda Seberang.

Satu bulan ini, kedua-duanya jadikan peminta-minta di jalan, serta mengamen. Luka-luka di badannya, disangka karena penganiayaan pria gak diketahui itu, karena tidak penuhi tujuan menghimpun uang Rp 1 juta dalam satu hari mengamen serta mengemis di jalan.

Tiga ini hari, team remaja, anak serta wanita (Renakta) Ditkrimum Polda Kal-tim, kerjakan pengumpulan bukti-bukti. Tetapi penyisiran di lokasi dermaga di Samarinda Seberang, urung membawa hasil.

” Kami cek di Samarinda Seberang, belumlah kami dapatkan. Peluang, mereka (aktor perdagangan anak) telah tahu kami bekerja mempelajari, ” kata Kanit II Renakta Ditkrimum Polda Kal-tim, Kompol Kurdi, dijumpai merdeka. com, Senin (25/3) .

Kehadiran Fikri serta Ifan, didapati orangtuanya, Saifuddin, selesai membaca beberapa berita. ” Kita memohon lampiran kartu keluarga serta akta kelahiran, benar itu orangtuanya. Info ada perdagangan anak, indikasinya mesti kita menunjukkan, ” kata Kurdi.

Didapati, Fikri serta Ifan, ditangkap team relawan serta Dinsos Samarinda, Jumat (22/3) pagi hari, di taman bermain, lokasi Jalan Slamet Riyadi. Kedua-duanya mengatakan kabur dari tampungan anak jalanan, karena tidak tahan ditarget Rp 1 juta /hari. Jika tidak tercukupi, sering mereka dianiaya gunakan balok oleh seseorang pria, yg saat ini masih tetap dicari polisi.

About admin